Ad Code

Responsive Advertisement

Sikat Toilet



Minggu pagi tanpa PT mewarnai. Aku sengaja mengambil jeda memasang kuda-kuda persiapan sebelum akhirnya kembali ke medan ujian. Jadilah pagiku berbusa detergen rinso guna melicinkan lantai dan dinding toilet. Sikat besar ku gunakan untuk dinding yang tingginyanya satu meter untuk tegel putih dan lebarnya pun sama. Selanjutnya aku melaju duduk manis menyikat lantai dengan corak bunga berwarna biru muda seolah sedang memandangi langit cerah. Tibalah giliran sang lubang inti dari toilet untuk ku sikat mengunakan sikat toilet bergagang putih.

Aktivitas sikat menyikat pun berakhir dengan bahagia. Selanjutnya aku beralih ke ember berwarna putih tebal, ku tebak ini pasti bekas wadah cat no drop no paint beserta kekasihnya timbah berwarna hijau yang lagi-lagi muda lembut. Aku terpukau seketika memandangi hasil kerja yang sangat bersih. Segera aku pun memanggil sang pengampuh untuk melihat hasil pembelajaranku di pagi minggu ini, apakah sudah cukup atau masih kurang. Dan benar saja aku luput membersihkan lubang kecil tempat air yang telah membersihkan kotoran mengalir. Kemudian Miss Trya menyarankan ku menyikatnya kembali menggunakan sikat gigi bekas agar bersihnya maksimal. Dan ku ulangi lagi hingga benar-benar tuntas.

Aku ingat sebelum aku pada akhirnya benar-benar merantau lama meninggalkan rumah. Ummi pernah tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar saat aku sedang asik-asiknya menikmati pelukan bed-cover tebal dan lembut berwarna merah maroon dipagi yang masih saja didinginkan oleh pendingin ruangan. Ummi masuk ke toilet, menyikat dan memanggilku.

Ummi memintaku melihat dan memperhatikan cara menyikat toilet dan apa-apa saja yang harus dibersihkan. Di mulai dari menggelap cermin besar yang ada di kamar mandi, menata shampoo, sabun, spoon sabun, cuci muka, sikat gigi, lulur, pewangi ruangan dan terakhir tempat sampah. Tempat sampah di sikat meski menurutku tidak kotor, lantai, dinding, shower, bak, dan terakhir kloset duduk. Sangat detail, bahkan Ummi mengecek ulang hasil kerjaannya menggunakan jari-jarinya takut kalau-kalau masih luput dari jangkauan sikat. Terakhir menyemprotkan pewangi ruangan beraroma lavender kesukaanku.

Ummi: "kamu harus belajar memberaihkan toiletmu sendiri, jangan daeng terus. Kan kamu yang pakai, masa daeng yang bersihkan. Apa tidak malu."

Aku: "kan selama ini daeng yang selalu bersihkan ki Ummi."

Ummi: "Iya, sekarang sudah waktunya kamu belajar membersihkan segala sesuatu yang sudah kamu kotori dan merapikan segala sesuatu yang sudah kamu gunakan."

Aku: "Iye Ummi (sambil hati menolak)

Ummi: "begitulah caranya membersihkan toilet. Kalau kau tidak bisa membersihkan tempat yang kau gunakan untuk membuang kotoranmu dan hanya mengandalkan orang lain, bagaimana caranya kau mau membersihkan atau menyelesaikan masalah yang datang dihidupmu kelak. Belajar mengandalkan diri sendiri."

Aku pun diam. Ummi ku lagi-lagi menyampaikan materi pagi dengan tamsil yang indah dan pengarahan yang apik sekali. Terima kasih Ummi. Ilmu tersebut sangat bermanfaat untuk ku kini.


Posting Komentar

0 Komentar