Ad Code

Responsive Advertisement

Makananku Pedomanku


Hijau. Identik dengan tanamana khas nusantara. Pohonnya berongga, memiliki tubuh berlapis-lapis, tinggi menjulang langsing pula. Jiwa keibuannya sangat terlihat, terbukti saat dia memiliki anak. Dia akan membuat anaknya bisa berdiri tepat disampingnya dalam artian setara sebelum pada akhirnya menghibahkan diri menjadi pupuk untuk tanaman disekitarnya. Tanah selalu senang menerima raganya. Daunnya multifungsi, seringkali anak-anak bermain payung-payungan berteduh dari derasnya rintik air, itu salah satunya. Buahnya senang bermain dengan lidah-lidah penikmat, suguhan renyah selalu melambungkan namanya diantara buah-buahan yang lain, diolah dalam segala bentuk masakan, mulai dari jajanan hingga sayur-mayur. Sungguh hidupnya dimanfaatkan seutuhnya.

Si manis dari tumbuhan terna raksasa atau dikenal dengan nama latin Musa Acuminata akan menjadi perjalanan cerita hari ini. Menghasilkannya tidak semudah memakannya, butuh keuletan dan kemahuan yang tinggi untuk itu. Dimulai dari menanam pohonnya hingga berbuah, menunggu setandannya matang dan di tebang. Untuk memiliki buahnya jalan satu-satunya adalah menumbangkan tubuhnya sendiri untuk memudahkan tangan berjari sepuluh menggelolahnya. Tak apa tubuhnya hancur, manfaatnya tidak ada yang menolak. Buahnya memiliki kandungan kalori, lemak, natrium, kalium, serat pangan, gula, kalsium, vitamin A, vitamin C, zat besi, vitamin B6, dan Magnesium.

Buahnya bisa diolah dalam berbagai macam santapan menyenangkan. Barongko salah satunya. Kue mewah ini berasal dari daerah sulawesi. Menurut nenek, kue ini disajikan sebagai makanan penutup raja-raja tempo dulu, dan disajikan juga disetiap acara adat. Dulu makanan ini sangat sakral, dibuat pun oleh tangan-tangan yang handal sehingga rasanya terjamin. Kini barongko akan sangat mudah kita temui di jajanan pasar tradisional terlebih lagi saat menjelang waktu berbuka kue ini menjadi primadona meskipun harganya sedikit lebih tinggi dibanding kue-kue pada umumnya. Selain karena proses pembuatannya yang rumit, dimulai dari menghaluskan buahnya kemudian disiram santan kental, ditambah perasa manis (gula) dan telur, dituang ke dalam wadah yang telah dirangkai dari daunnya sendiri, yang terakhir dikukus hingga matang, rasanya juga menjadi faktor utama. Dijamin lidah bergoyang ingin diberi lagi dan lagi.

Disamping rasanya, ternyata barongko juga membawa pesan hanya saja aku tidak tau membacanya, sampai tadi pagi sewaktu dengan sengaja aku berselancar mencari artikel yang membahas tentang si manis barongko.
"Kue barongko dibuat dengan daun berwarna hijau dan itu merupakan daun pisang sendiri, kemudian isinya pisang juga, sehingga apa yang tampak diluar sama persis dengan apa yang menjadi isinya"
Artikel tersebut menjelaskan maksud yang tersirat dari si manis barongko: 
1. katakan apa yang kamu rasakan.
2. lakukan apa yang kamu katakan.
3. rasakan apa yang kamu lakukan.

Jika saja diri ini mampu membaca pesan tersebut dan mau belajar dari pesan tersebut, niscaya akan baik pula langkah kaki ini dikemudian hari. 

Posting Komentar

0 Komentar