Ad Code

Responsive Advertisement

Rantai Makanan


"Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian hasil tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan (tanaman tersebut) menjadi sedekah bagi." ( HR. Imam Bukhari)

Perihal rezeki yang tidak semata tentang kertas yang bernilai bilangan. Kali ini bukan pula tambahan dan perkalian yang mampu mengandakan kekayaan, ada lubang kecil yang kasat mata menyadarkanku tentang rezeki dipagi hari. Mendengar Asnur marah-marah dan sedikit histeris karena benih bunga kertas yang kemarin dia tanam ke dalam polibag kini hilang daunnya bersisa hanya batang sedikit. Sontak aku pun menenangkannya dengan berkata "ingat rantai makanan?."

Ada dua tipe rantai makanan:
1. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain) dari tumbuhan pada trofik awalnya:
Daun - ulat - burung - ular - elang - pengurai (bakteri).

2. Rantai makanan sisa atau detritis (detritis food chain) yaitu rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan, ia dimulai dari detritis:
Serpihan daun - cacing tanah - ayam - manusia.

Aku sedikit kaget, mulutku tiba-tiba berbicara perihal unsur penunjang kehidupan dimuka bumi, yang selama ini selalu luput hingga diri pun egois saat makan bahkan saat menanam, betapa aku begitu takut jika para ulat dan serangga menyerang tumbuhan sayur yang telah ku semai, setengah mati mengusir ayam yang sedikit penasaran dengan tumbuhan hijau hingga tak jarang ingin melukainya.

Bayam, sawi dan cabe menjelma menjadi guru dipagiku. Menyadarkanku bahwa ada kehidupan lain selain diriku, ada ciptaan Tuhan selain jenisku yang hidup dibumi ini. Untuk lubang pada daun bayam yang sedari dini tadi ku cabuti rumputnya menyapaku seraya memperkenalkan teori rantai kehidupan yang dulu pernah begitu ku hapal meskipun tidak kutahu persis untuk apa dan kenapa.

Kini, rantai makanan itu berbicara kala aku sempat begitu geram saat ada lubang disetiap daun yang sengaja dibenihkan. Padahal ulat tidak pernah meminta banyak, hanya butuh untuk kelangsung hidup itupun untuk membantu kehidupan tetap bertahan tanpa mereka akan ada yang musnah dan memunahlah kita.

Tanaman yang tangan kita tanam bukan untuk kita sendiri, ingatlah perut tetangga, ingatlah ulat dan seluruh elemen yang hidup, dengan begitu kita akan lebih bersemangat dalam memupuk tanaman agar tercipta kelestarian hidup ditanah ini. Rantai makanan selalu akan berputar hingga sampai kepada diri sendiri yang kita sebut rezeki.



Posting Komentar

0 Komentar