"Aku ingin menjadi pembaca berita jam delapan Pa" ucapku kala kecil.
Kebiasaan orang rumah ba'da Isya wajib tidur agar terbangun dini hari guna belajar untuk persiapan materi sekolah esok harinya. Selalu ketika berita sudah mulai tayang di layar TV, aku akan segera di paksa untuk tidur. Berita adalah penanda jam tidurku di mulai waktu malam. Dari situ aku selalu berangan-angan untuk menjadi pembaca berita jam delapan malam, pikirku dengan begitu aku akan bisa tidur diluar aturan papaku, sungguh keinginanku hanya demi bisa tidur lewat alias begadang ala anak-anak.
Reporter. Adalah pembawa fakta yang dikemas dalam bentuk tulisan dan video yang merupakan hasil dari pengamatan baik itu dengan cara mendatangi tempat kejadian peristiwa ataupun lewat literatur dengan catatan data-data yang dibicarakan dalam hal ini baik itu tulisan dan video adalah fakta. Inilah yang kemudian disebut dengan reportase yang kini kita kenal.
Reportase. Segala data peristiwa yang terlihat oleh mata, ditemui dengan cara mewanwacara narasumber ataupun melalui bacaan. Dari penjelasannya tidak heran jika kini banyak yang mencoba untuk menjadi reporter dari hasil reportase yang mereka miliki, apalagi dengan dunia digital sekarang yang menyediakan wadah cukup banyak buat para pengamat yang ujung-ujungnya menyebarluaskan hasil reportase mereka hanya dengan sekali klik.
Media sosial kini jauh lebih menarik untuk diikuti jejak grafiknya dibanding harus menunggu cetakan, siaran atau apalah yang berbau jurnalistik resmi bukan ala-ala. Banyak tokoh masyarakat yang lebih memilih membayar jari-jari telaten nan lincah merangkai kata-kata pendek kemudian diudarakan dibeberapa sosial media miliknya demi kebutuhan melaporkan atau bisa juga memamerkan seluruh kegiatan baik yang dilakukan, moga-moga itu benar bisa menginspirasi sesuai dengan niat hati paling dasar.
Aku. Kini aku menjelma reporter untuk setiap senti peristiwa dan waktu yang aku alami, materi fungsi tensesku akhirnya teraplikasikan setelah hampir tidak waras di kelas PG karena materi ini, bahkan untuk menjadi sang penyaji reportase dibutuhkan pemahaman pola pertanyaan yang jika diajukan jawabannya tidak hanya berupa ya atau tidak, disini juga materi information question di uji, kapan menggunakan question word Who, What, When, Where, Why dan How.
Aku sang reporter kini dengan segala hasil pengamatanku. Baik itu melalui mata; segala apa yang terlihat dengan mata kepalaku, lidah; segala yang dikecap oleh indraku, sentuhan; segala yang mampu kusentuh dan mampu menyentuhku dan tentu saja melibatkan empati dan simpati dari hati kemudian otakku mengolahnya. Tuhan selalu memberikan kita informasi hampir disetiap hembusan napas semua itu bisa dipahami dan dibaca tidak melulu lewat huruf latin, hijaiyah, lontara atau pun jenis-jenis huruf yang lain. Banyak puisi dialam ini yang sangat romantis tanpa melalui rangkaian huruf yang membentuk kalimat.
Alam adalah reportase paling utuh yang harus kita amati dan baca demi sebuah fakta dalam pencarian yang ingin kita ketahui untuk melanjutkan perjalanan agar semua pertanyaan yang muncul dengan question word mampu terjawab. Iqro tidak melulu tentang membaca tulisan dan buku apalagi reportase dalam makna harfiah kita.
0 Komentar