"Kukira akan kekal sampai maut memisahkan"

Terbitlah wahai mentari, banyak yang menanyakan senyummu. Hentikan badai yang memporak-porandakan hatimu. Hujan air mata akan mengering, selama kau bisa merelakan. Tetaplah menyambut pagi meski tanpa ucapan selamat pagi, tetaplah memeluk malam tanpa seseorang mengucap selamat malam.

Masa ini telah tiba, masa yang akan mengajarkan arti ketulusan dan kerelasan secara bersamaan. Berat, rasanya memang berat. Tapi aku tetap di sini mengajarimu arti memeluk sedih dan bahagia tanpa pilih kasih. Mentari, terbitlah! bersinarlah lagi.