Perempuan tetap mempunyai kesukaan
Suka jajan, suka main, suka berteman
Persetan dengan usahamu menjaga perasaan pasanganmu
Karena kelak, dia akan meninggalkanmu pergi bersama kesukaannya


Aku pernah meninggalkan semua yang aku senangi, dan memusatkan seluruh perhatianku kepadanya. Sayangnya, aku bukan pusat segalanya bagi dia. Rasanya sangat menyakitkan hati. Kamu sakit tapi dia meremehkan perasaanmu, kamu butuh ditemani tapi dia pergi lari bersama rokoknya. Lalu, apa lagi yang bisa kamu pertahankan dari laki-laki seperti itu? 

Iya! Aku akui, aku hanyalah perempuan yang nyaman untuk dijadikan teman. Karena kamu akan mendapatkan keceriaanku, keramahanku, kebaikanku, dan segala yang tampak sempurna. Tapi, kamu berani datang dengan segala bentuk yang manis, kamu berjanji dan bahkan bersumpah untuk membuatku jauh dari yang namanya air mata. 

Lihat! apa yang telah kamu perbuat kepadaku, aku menjadi perempuan yang kehilangan kepercayaan bersebab ulahmu. Aku kehilangan nilai dan diriku sendiri karena begitu fokus kepadamu. Aku benar-benar kamu hancurkan hanya dengan mengungkit bahwa aku membatasi ruang gerakmu terhadap perempuan hanya karena "follower Ig," lihat aku yang setiap waktu ketakutan akan dirimu yang begitu gemar membandingkanku dengan perempuan-perempuan lain. Hatiku benar-benar luka dengan setiap kalimat pembandingmu. Aku benar-benar hancur kerana ulahmu. 

Aku benar-benar membencimu, tapi aku tetap memaafkan semua tindakanmu. Aku berjanji, aku tidak akan pernah menikah denganmu, karena itu akan menjadi penyebab kehancuran diriku, aku bisa mati karena hari-hari makan hati. 

Noted: Menghilanglah sampai aku benar-benar sembuh! (karena aku tidak sekuat kamu)