Kata-kata itu berubah rupa
Dari rangkaian menjadi huruf
Terpisah, kehilangan makna
Lalu, kita akan selamanya menguap....

Pagiku yang selalu cerah dengan pesan singkat dari sosok berhati malaikat kini sudah tidak ada lagi. Bangun dengan kondisi fisik yang lelah karena tidur yang sulit. Mendengarkan ceramah dan kata-kata motivasi dari yutub adalah jalan ninjaku untuk kembali bangkit. Moga-moga aku bisa menjalani pagi hingga malam lagi dengan baik-baik saja. 

Rasanya berat, hampir disetiap menit selalu bertukar cerita dengannya. Segala akivitas selalu ada dia, hal tersebut membuatku berat karena sekarang aku hanya bisa diam dan sendiri. Iya! aku telah menyia-nyiakan sosok terbaik yang pernah hadir di hidupku. Namun, aku bersyukur, dia akan jauh lebih baik sekarang, jauh lebih sehat untuk ke depannya. 

Dia begitu baik, hidupnya benar-benar dia persembahkan untukku. Hanya saja, aku tidak siap melihatnya kesakitan dan terluka karena ulahku, aku tidak siap melihat dia bekerja mati-matian untuk membantu hidupku yang sedang krisis ekonomi. Aku tidak sampai hati melibatkannya sejauh ini. Ini kata-kata dari perempuan pecundang yang pengecut. 

Pagi ini memang berbeda, hanya saja aku harus tetap melanjutkan hidup tanpanya. Semoga dia menemukan sosok pendamping terbaik yang akan menemani hari tuanya. Hari yang begitu banyak tersusun rencana indah di sebuah rumah munggil terbuat dari kayu di desa yang udaranya sejuk. 

Mulai detik ini, kenangan tersebut akan kukubur beserta nama-nama calon malaikat kecilku saat bersamamu. Baru beberapa hari lalu nama lengkapnya siap kutulis beserta harapanku untuk kehadiran mereka. Kini, nama tersebut harus kuikhlaskan untuk tidak lagi ada di hidupku. Jujur, ini adalah keputusan yang aku sesali, sangat menyesal melepas sosok terbaik dengan hati yang luar biasa besar menerimaku. Namun, aku yakin ini adalah jalan yang terbaik untuk aku maupun dia (pemilik hati yang luar biasa). 

Aku rindu....
Bismillah kakiku bisa tetap melangkah maju.