Ad Code

Responsive Advertisement

Bapak.



Sejuk embun menyapaku dengan lembut tanpa suara. Menyusup meraba segala tubuh. Menenangkan bak pelukan seorang bapak diiringi tembang balada dari salah satu band terkemuka di Indonesia dengan lirik "aku hanya mengingatmu ayah disaat ku kehilangan arah" sontak batinku merindukan bapak. Sejak kecil bapak sering membawaku pergi bekerja karena tidak ada yang mampu menjagaku.

Kehidupan bapak dimulai dari nol seperti kata-kata para pengawai pertamina "dimulai dari nol ya" bapak bekerja sambil belajar, aku ingat benar waktu kecil, rumah mamak hanya beralaskan papan tanpa karpet memperindahnya. Peralatan masak pertama yang ada di dapur mamak selain kompor yaitu rice cooker dan cerek listrik karena kata bapak benda tersebut mampu meringankan kerjaan mamak sebagai perempuan yang harus mengurusi empat orang anak yang umurnya seperti tangga konversi satuan jarak saja dalam ilmu matematika.

Bapak. Pergi kala matahari masih malu menunjukkan diri dan kembali saat bulan mengantikan posisi matahari. Seorang pekerja keras yang minim kata. Aku selalu penasaran dengan setiap kata yang terucap dari bibirnya, selalu bijak dan padat. Meski banyak diam bapak adalah seorang pengamat, tiada luput olehnya tentang apa yang terjadi baik itu disuarakan atau hanya dipendam saja.

Bapak menempatkan "sense" nya tepat pada tempatnya. Sebab itu aku selalu senang dekat dengan beliau. Aku diam, aku marah, aku bosan dan aku merencanakan sesuatu bapak akan selalu mengetahuinya diawal. Bagaimana bisa aku berpaling dari laki-laki tersebut.

Bapak. Guru pertama yang mengajariku tentang baca dan tulis disela kesibukannya memenuhi kebutuhan pokok kami, bapak selalu menyempatkan diri mengajariku tentang huruf dan angka. Mungkin dari sana juga aku begitu jatuh cinta dengan bahasa dan matematika, sebab gurunya adalah bapak.

Bapak. Orang pertama yang akan ku tanyai jika aku menemukan kendala dalam menjawab soal-soal di sekolah, orang pertama yang selalu ku tanyai tentang hal-hal baru disekitarku dan orang pertama yang ku tanyai tentang lagu-lagu yang bagus untuk ku nyanyikan. Bapak juga senang bernyanyi itu sebabnya saat kondisi keuangan bapak sudah membaik, bapak membeli mini set karaoke, kami sering bernyanyi bersama.

Bapak. Orang pertama yang khawatir kalau aku sakit, karena itu aku jarang mengabarinya tentang keadaanku diluar kebahagiaan yang mampu ku rasa. Aku tidak ingin beliau bersedih, karena bapak merupakan laki-laki feeling, perasaannya sangat kuat. Dibalik ketegasan dan diamnya, bapak adalah seorang perasa.

Pagi ini aku benar-benar merindukan beliau. Sehat selalu Pa.

Posting Komentar

0 Komentar