Ad Code

Responsive Advertisement

Dado dan Lili


Persegi empat panjang dengan lebar 20 cm dan panjang 40 cm dengan tinggi 20 cm. Diisi batu berwarna kecil, batu karang kecil putih berongga, tumbuhan miniatur terbuat dari plastik anti tumbuh dan air, ada aliran selang pembawa udara memompa hingga gelembung-gelembung bermain ditenangnya air. Hampir lupa, ada penerang dari lampu yang panjangnya 20 cm berwarna biru sangat terang. Ini adalah isi rumah dado dan lili.

Dado dan lili sudah menjadi sepasang akhir-akhir ini terbukti dengan kelahiran 12 ekor bayi, dengan corak yang lebih dominan diturunkan dari induknya (Lili). Meskipun tubuh Lili munggil tapi itu tidak menjadi alasan Lili untuk tidak melahirkan generasi penerus Dado. Setiap pagi dan sore akan diberi makan oleh perempuan-perempuan tangguh petugas ruang tengah.

Jam 03.30 dini hari, waktu hidup di springwati, yang bertugas muazim dan membangunkan akan memanggil-manggil dengan nada sedikit tinggi lagi berulang-ulang, misalnyanya ms, bangun ms, ms, bangun ms. Sampai yang dibangunkan memberi kode bahwa dia sudah sadar. Satu persatu langkah kaki mulai terdengar menuju ke kamar sejuta umat kala pagi menyapanya, gemuruh ketukan pun bersaut-sautan andai saja terlambat keluar dari kamar tersebut. Air membasahi wajah yang membantu mata tetap melek, sejadah telah dikelar di tengah-tengah ruang tengah, masing-masing melakukan ritual munajat kepada Sang Pencipta. Ada yang dua rakaat dan empat rakaat ditutup dengan sholat sunnah witir. Selanjutnya membaca kitab hingga azan subuh memanggil untuk bersama-sama kita bertuju kepada Sang Agung.

Dede Nafa: "kok Dado dan Lili tidak tidur ya?" Seketika lantunan doa langsung ku tutup dan mengalihkan mata ini melihat Dado, satu per satu memberpun ikut berpendapat.

Ana: "Tidur kok, hanya saja matanya melek."
Ms. Indy: "kayak Lila kalau tidur."

Satu asrama pun bermain tebak-tebakan, untuk menentukan apakah Dado dan lili tidur. Dan membuatku tergelitik adalah, semua mereka begitu serius dalam hal ini, tak satupun diam. Hanya saja jawabannya belum membuatku puas.

Seperti biasa aku langsung mengetik di telepon genggam perihal apakah ikan tidur. IDN times melansir bahwa mata ikan tetap terbuka walaupun sedang tertidur, berbeda dengan definisi tidur manusia, yang ketika tidur kelopak mata ikut menutup, ikan hiu sendiri harus tetap bergerak saat tertidur agar aliran air tetap terjaga masuk ke insangnya dengan begitu oksigen pun tetap ada. Berbeda dengan ikan lumba-lumba dan paus yang bernafas dengan paru-paru, mereka secara berkala muncul kepermukaan laut memperoleh oksigen. Karena hal ini, maka lumba-lumba punya metode tidur yang berbeda yang disebut dengan unihemispheric slow-wave sleep, yang artinya kondisi tidur setengah sadar. Jadi lumba-lumba tidur dengan keadaan otak kanan tetap aktif kemudian empat jam kemudian otak kiri lagi yang aktif.

Dikutip dari wonderopolis ikan tidur di siang dan malam hari hanya saja tetap melek karena ikan tidak memiliki kelopak mata. 

Posting Komentar

0 Komentar