Den.dam; a berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dan sebagainya). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tema Mlaku pekan ini. Jujur saja aku kebinggungan mencari dendamku sendiri, aku tidak mampu merasakan dendam. Meski pun ku gali dari kenangan masa kecilku hingga kini, aku tetap tidak mendapati dendam. Aku kewalahan dengan tema "Dendam".
Pen.dam; v memendam. Ku buka lagi Kamus dan ku temukan kata pendam, iya pendam. Aku ingin menulis tentang pendam saja. Kalau dendam berkelas kata sifat, pendam sendiri berkelas kata kerja, dimana definisi kata kerja itu sendiri adalah kata yang memgungkapkan aktivitas dan kondisi. Baiklah aku akan menuliskan bagian aktivitas terlebih dahulu.
Aktivitas; n keaktifan; kegiatan, kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian di dalam perusahaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berarti ada kegiatan yang kita lakukan dalam memupuk. Entah mulai membicarakan sosoknya atau bergerak diseputar lingkaran dunianya. Gerak laku kita akan fokus kepada mendatanginya, berjalan kecil dibelakangnya, membaca buku rekomendasi darinya, segala-galanya tentang.
Kon.di.si; n persyaratan; keadaan. Ke.a.da.-a.an; n sifat; perihal (suatu benda), suasana; situasi yang sedang berlaku. Gerak laku kita akan fokus kepada sosoknya, entah itu rindu, marah, benci bahkan iri sekalipun beserta teman-temannya yang lain. Kegiatan ini sangat menyakitkan hanya saja bagi yang menjalani senang meski lelah. Dan hasilnya nihil, ego tetap selalu diatas segalanya. Begitulah sifat manusia. Selalu memendam rasa, seraya merasa semua orang dilinkungannya bisa paham akan kondisinya. Memendam dan menuntut orang mengerti tanpa sepatah kata.
Me.men.dam; v menanam (untuk menyembunyikan dan sebagainya) di dalam tanah, (Perasaan, rahasia, dan sebagainya). Aktifitas ini sangat mudah dijalani mengingat kondisi yang mendukung, saat kondisi hati lagi rindu misalnya. Kita malu untuk bergerak dalam rangka menyuarakan rasa, tunggulah batin kita tersiksa dan akhirnya memberikan dampak kehilangan fokus. Kalau hati lagi iri, marah dan dengki lantas kita tidak cakap dalam bercakap-cakap, mendiskusikan perihal akar muasalnya niscaya hancurlah hubungan. Hanya karena memilih memendam harus kehilangan seseorang. Sungguh menakutkan bukan, belajar lagi perihal mengungkapkan. Apapun rasanya ungkapkanlah. Daripada memendam yang kelak menimbulkan dendam.
0 Komentar