Fajar pun menunjukkan diri, hadir seraya mengingatkan akan tanah yang rindu belaian tangan munggil. Segera tanpa jeda satu per satu langkah terayun menuju halaman samping second story. Kegiatan pun dimulai dengan cangkul dan linggis, mengali tanah dan menguburkan benih. Tercipta cakap antara aku dengan Miss Indi.
"Miss, biji harus dikubur dulu ya, bertemu gelap pekat sebelum akhirnya bisa bertunas, berdaun dan tumbuh sebagai tanaman." Dan Miss Indi mengiyakan.
Manusia dan tumbuhan memiliki kemiripan. Bertumbuh, memberi, bahkan merasakan sakit. Seperti manusia yang harus ditempa, dengan palu kehidupan agar terbentuk mewujud keindahan tanaman pun sama adanya, ditimbun dalam bentuk biji yang telah dikeringkan sebelumnya, dimana bersedia untuk layu dan gugur demi kembali mekar. Proses bertumbuh selalu bergerak. Pantas saja kata-kata selangkah demi selangkah sering digaungkan bunyinya dulu. Kata penuh makna bahwa belajar tidak memiliki batas sabar, setiap mata terjaga setiap itu pula kita harus belajar. Belajar membaca (menerima) dan menulis (memberi) karena begitulah hidup yang sesungguhnya.
Pagiku telah berbuka, bolehlah kiranya kembali berpuisi bersama alam. Menumbuhkan segala benih dipermukaan bumi. Seraya memuji keindahan segala cipta. Kini, membenamkan benih bunga matahari dan kertas kembali terperankan olehku setelah berjalan menyusuri lapangan tenis dan singgah disalah satu rumah tetangga guna meminta izin memetik bunga kering didepan rumah miliknya. Miss Indi bertanya dalam bahasa Jawa, "Mbah minta kulo yuwon bunga kering nggih?" mbah tidak langsung mengiyakan justru sibuk kembali masuk kerumahnya dan mencari sesuatu, aku tidak mengerti karena mereka berkomunikasi dengan bahasa lokal. Mbah kembali dan membawa tiga jenis benih bunga dan memberikannya kepada kami. Sungguh rasanya bahagia sekali.
Benih bunga matahari kembali bersentuhan dengan tanah, rasanya ia sangat rindu. Berbahagialah karena bisa kembali bertemu tatap. Tiga pot terisi benih bunga, kini giliran sabar menanti kembali dilakonkan. Menunggu dengan bijak harus dilatih melalui media menanam. Layaknya menunggu Pare kembali berpuisi certain gerund dan to infinitive.
Pare, 07 Agustus 2020
0 Komentar